Pada hari Minggu, saya bersepeda ke lapangan Sawitan. Saya melakukan
kegiatan ini setiap hari Minggu. Tujuannya adalah untuk membuat tubuh
saya sehat. Setelah sampai di lapangan Sawitan, saya langsung melakukan
pemanasan selama 10 menit sebelum berlari melewati lapangan sebanyak 10
kali.
Setelah capek mengelilingi lapangan selama 10 kali, saya beristirahat
di sebuah tempat istirahat yang ada di sebelah kanan lapangan dari
pandanganku. Lalu, saya pergi ke seorang penjual es buah dan saya ingin
membeli satu es buah jambu. Harga satu es buah jambu adalah 2.000. Saya
membayarnya dan kembali ke tempat istirahat tadi.
Setelah selesai meminum es buah jambu, saya menemukan sebuah telur
misterius yang ada di tengah-tengah tempat istirahat ini. Awalnya, saya
takut untuk mendekat ke lokasi telur misterius karena telur misterius
itu menjijikan. Namun, setelah saya mampu menahan emosi menjijikkan
saya, saya langsung mendekat ke telur misterius itu. Kemudian, saya
mengambil telur misterius itu dan membawanya pulang ke rumahku.
Setelah sampai di rumahku, saya menunjukkan telur ini kepada
orangtuaku dan mereka kaget bahwa ternyata dia membawa sebuah telur
misterius. Orangtuaku sepakat bahwa mereka akan menjaga telur misterius
itu sampai telur itu menetas. Setelah 1 minggu, telur itu menetas
menjadi sebuah hewan platypus.
Saya dan orangtuaku mengucapkan selamat tinggal kepada platypus itu sebelum saya dan orangtuaku meninggalkan kebun binatang itu.
Sumber: http://cerpenmu.com/cerpen-remaja/sebuah-telur-misterius.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar